2 Mei 2011

ing ngarso sung tulodo — di depan memberi teladan
ing madyo mangun karso — di tengah membangun karya
tut wuri handayani — di belakang memberi dorongan

Itulah tiga kalimat dari ajaran seorang ningrat Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian mengganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Pelopor Perguruan Taman Siswa ini kemudian diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional dan hari lahirnya 2 Mei (1889) diabadikan menjadi Hari Pendidikan Nasional oleh pemerintah pada tahun 1959

Di hari senin kemarin Tanggal 2 Mei 2011 mempunyai arti penting dalam kancah pendidikan nasional Indonesia. pendidikan mempunyai arah tujuan yang jelas, yaitu memartabatkan manusia Indonesia di kancah internasional. Begitu juga baru saja bagi siswa-siswa SMA / MA, SMK, SMP/MTs dan di susul siswa SD/MI melaksanakan ujian nasional serta UASBN.
Namun begitu, dalam benak kita pendidikan di negeri ini belum beranjak melaju pesat menuju mutu yang memuaskan. Bila mau menengok ke belakang, ketika kemarin usai melaksanakan Ujian Nasional pada pelajaran matematika bagi siswa SMA/MA/SMK, raut wajah mereka banyak mengalami kekhawatiran akan hasil yang di capai dalam ujian tersebut. Harus seperti apakah yang bisa dilaksanakan oleh instuisi pendidikan kita? Apakah ini merupakan proses belajar yang salah ataukah kurang bergairahnya para siswa dalam mengikuti proses pendidikan setiap hari sehingga dikatakan gagal dalam pendidikan ?
Masih kita diingatkan dengan cara belajar bapak2 dan ibu2 kita pada dasa warsa tahun 70 atau 80 –an, para bapak dan ibu kita dalam sekolah mereka cerdas-cerdas, bayangkan dengan modal papan tulis dan kapur, yang sewaktu2 hilang dan dihapus karena harus menulis hal yang baru, tetapi daya Ingat mereka sangat kuat. Terlebih lagi sekolah pada era tersebut sangat kurang sehingga para orang tua kita tetap semangat mengayuh sepeda dan rela berjalan kaki menempuh perjalanan jauh, dan bisa dikatakan beliau tidak ingin terlambat masuk sekolah, gak ada sepeda motor, dan angkutan umum sangat minim. . Secara umum sarana prasarana masih sangat kekurangan. Kemudian di banding sekarang ini antara tahun 90 – 2000-an, rata-rata siswa mengeluh terhadap sulitnya pendidikan kita.
Apa yang sulit…? Informasi selalu ada dan Up to date melalui media informasi internet televisi dan sebagainya, sarana dan fasilitas memperlancar belajar juga sudah banyak tersedia melaui modul pembelajaran yang interaktif dan informasi2 tentang ke ilmuan atau buku2 elektronik, Fasilitas pendukung untuk memperlancar proses juga sudah lebih dari baik dan cukup..
Apa yang menjadi masalah dalam masalah ini ?
Tujuan pemerintah menaikkan rata-rata hasil UN bisa sangat difahami untuk menaikkan mutu pendidikan nasional. Namun banyak fihak yang menganggap bahwa hal tersebut sangat memberatkan siswa. Kembali lagi, sebuah proses belajar yang salah, gagal memotivasi siswa atau kemauan siswa yang tidak semangat dalam belajar ?
Bila dikaji lebih jauh, kondisi tahun 70-80 an merupakan masa-masa pergerakan menuju perbaikan kondisi Indonesia. Semangat para orang tua kita sangat tinggi untuk mencapai sukses dalam pendidikan. Lebih jauh lagi apabila menegok tahun sebelum tahun 70-an. Mereka sangat luar biasa dalam belajar. Berhitung tanpa alat bantu mereka mampu. Membaca buku berjam2 pun mampu, bahkan ketika ilmu sosial dan ilmu IPA pun sampe sekarang masih ingat, dan ini sangat berbalik dengan kondisi sekarang.
Perkembangan teknologi sangat berpengaruh bagi siswa-siswi di masa sekarang ini. Yang mengembangkan teknologi sekarang ini juga merupakan produk pendidikan tahun 60-80an. Berarti, bisa dikatakan bahwa siswa masa itu lebih brilian semangatnya dibanding masa sekarang ini.
Gak bisa difungkiri jaman telah berbeda jika mode belajar pada masa itu adalah menghafal dan menghitung, namun sekarang adalah belajar untuk memanfaatkan dan berkreasi.
Kembali lagi tentang hari Pendidikan Nasional, hal yang sangat terasa membedakan pada masa dulu dan sekarang adalah semangat dalam belajar.. semangat untuk berubah dan semangat untuk menjadi sesuatu yangberbeda yaitu kesukselan dalam pendidikan. Tidak hanya para peseta didiknya tapi semua elemen pendidikan harus lebih baik dan masing-masing mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjawab tantangan bangsa ini ke depan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan.
Selamat hari pendidikan nasional dan tetap semangat…..

2 Tanggapan

  1. kok gak pernah di update pak???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: